|
BOJONEGORO, SENIN — Sedikitnya 200 rumah di kawasan Perumahan Pacul Permai, Bojonegoro, dilanda banjir bandang. Pantauan Kompas hingga Senin (15/12) pukul 12.00, air masih menggenangi sebagian jalan dan perumahan warga setinggi 20 cm hingga 30 cm.
Menurut warga, air datang sekitar Minggu (14/12) malam pukul 20.00. Pada Senin (15/12), air berangsur-angsur surut meskipun masih mengganggu aktivitas warga. Bahkan, banjir bandang kiriman dari daerah Temayang, Gondang, dan Sekar itu menyebabkan Juwariyah yang sedang punya hajatan pernikahan Endang dan Heri menjadi kerepotan. Sementara itu, sebuah batu longsor di Dukuh Kumpul, Desa Deling, Kecamatan Sekar Bojonegoro, Minggu (14/12) pukul 10.15, menimpa Sekolah Dasar Negeri V Deling. Batu sepanjang 1,4 meter, lebar 1,9 meter, dan lebar 1,43 meter merusak salah satu dinding kelas dan satu tiang soko patah. Longsoran batu ini juga merusak 19 bangku dan 19 kursi sekolah. Kepala Satuan Kooordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana Bojonegoro, Pudjiono, ditemui di kantornya, Senin (15/12), menyatakan, pihaknya telah mengidentifikasi tidak ada korban jiwa. Namun, longsoran batu dari Bukit Atas Angin ini menimbulkan kerugian materi Rp 4,7 juta. Upaya mencegah dan mengantisipasi dampak banjir Bengawan Solo di Bojonegoro ditempuh dengan membentuk kelompok penanggulangan di wilayah rawan banjir di 15 kecamatan yakni Kecamatan Margomulyo, Ngraho, Padhangan, Kasiman, Purwosari, Kalitidu, Malo, Trucuk, Dander, Bojonegoro, Kapas, Balen, Sumberejo, Kanor, dan Baureno. Selain itu, daerah rawan banjir bandang, seperti Temayang, Gondang, Sekar, Sukosewu, dan Dander juga dipantau khusus. "Kami menyiapkan peralatan tiga unit perahu karet, lima unit tenda pengungsian berikut peralatan dapur umum. Secara khusus Selasa (16/12), kami mengumpulkan warga yang tinggal di dalam tanggul untuk koordinasi menjaga pintu keluar air (doorlat). Di Bojonegoro terdapat 183 doorlat dan yang layak hanya 81," kata Pudjiono. |