Beranda arrow Berita arrow Berita arrow Latest arrow Banjir di Mataram:Lebih dari Seribu Orang Terpaksa Tidur di Tenda dan Masjid
Menu Utama
Beranda
RAPI
Berita
Spesial
Forum
Kolom Tehnik
Webmail
Peta Situs
Menu 10-28
Formulir 10-28
database 10-28
Populer
Update terakhir
Formulir
JZ10LUV
JZ10LUX
Milis ICB
Milis ICB
Milis RAPI
Milis RAPI
JoomlaWatch Stats 1.2.5 by Matej Koval
Banjir di Mataram:Lebih dari Seribu Orang Terpaksa Tidur di Tenda dan Masjid PDF Print E-mail
Saturday, 10 January 2009
Mataram - Banjir yang belum surut menyebabkan lebih dari seribu orang malam ini harus tidur di tenda-tenda pengungsian dan masjid-masjid di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Tenda-tenda besar dan dapur umum didirikan aparat TNI, Polri, dan Dinas Sosial di berbagai titik banjir. Di antaranya di Kelurahan Abian Tubuh, Kecamatan Sandubaya, di Kelurahan Sekarbele, Kecamatan Karang Pule, dan di Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan.

Polres Mataram dan Polda NTB mengerahkan aparat keamanan untuk berjaga-jaga di lokasi bencana. Penjagaan paling banyak terutama di Sekarbele, Karang Pule. Sebab wilayah yang paling parah dilanda banjir ini adalah pusat kerajinan emas dan mutiara di Kota Mataram. Di sini, sebagian besar dari ratusan toko emas dan perhiasan milik warga terendam air.

Warga laki-laki juga terlihat ikut bersama aparat keamananan berjaga-jaga. "Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saja," ujar Azami, salah seroang pemilik toko emas dan mutiara, Sabtu (
10/1/2009).

Ketinggian air hingga malam ini masih di atas lutut orang dewasa. Di beberapa titik yang lebih rendah, air masih sepinggang. Warga belum ada yang berniat kembali ke rumah masing-masing. Sebab hujan kini kembali mengguyur Kota Mataram setelah sempat berhenti sore tadi.

Di beberapa masjid, seperti di Masjid Nurul Iman, Batu Ringgit, Karang Pule, warga terlihat tidur di atas alas tikar seadanya. Sebagian warga ada yang terlihat tidur beralaskan kasur.

Walikota Mataram Mohammad Ruslan telah menjamin kebutuhan pokok para pengungsi. Menurut Ruslan, pemerintah juga terus memantau kondisi para pengungsi yang memilih menginap di rumah famili mereka yang tak terkena banjir.

Menurut Walikota, banjir kali ini adalah banjir terbesar dalam tiga tahun terakhir. Namun ia menolak kalau ada pihak yang menyebut banjir ini diakibatkan drainase Kota Mataram yang buruk. Banjir ini, kata Ruslan, murni akibat fenomena alam dan curah hujan yang amat tinggi. Sejauh ini baru tujuh rumah diidentifikasi roboh dan hanyut. Sisanya beberapa rusak ringan.

Sepanjang sore hingga Magrib tadi, petugas Dinas Kebersihan Kota Mataram terlihat turun membersihkan selokan dalam
kota. Truk-truk sampah mengangkut gunungan sampah dari selokan ke arah tempat pembuangan akhir sampah di Kebon Kongok, Lombok Barat

 

Kusmayadi - detikNews
 
< Prev   Next >
Baca ini dahulu

e1025 Server:  POP-01: Gedung Cyber IIX Jakarta, 1025rapi.no-ip.org, POP-02: Universitas Malikussaleh Lhokseumawe 5.5Mbps e1025rapi.no-ip.org . Silahkan coba masuk melalui point terdekat.

Berita anda: RAPI anda mempunyai prestasi ? kirim beritanya untuk dimuat disini ke This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , agar diketahui oleh rekan-rekan RAPI senusantara.

Nusantara.NET 27Mhz Band:  Pada Frekwensi 27.405. Mhz atau Chanel Nusantara 40 USB. Pukul 16.00 - 17.30 Wibb, setiap hari Minggu 

Surat anda: Punya sesuatu yang ingin disampaikan ? Silahkan kirimkan untuk dimuat disini ke This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , surat anda akan ditampilkan sejauh tidak mengandung unsur SARA dan berlebihan.

Nusantara.NET e-1025: Checkin nusantara sementara disuspend,berhubung belum ada net-control yang bisa memandu.


 

 
All Rights Reserved ©ecommerce hostingHotel in Lima