|
Wednesday, 16 April 2008 |
|
Rabu, 16/04/2008 10:03:31 Gunung Egon di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur meletus pada hari Selasa, 15 April 2008 sekitar pukul 21.00 WIB. Gunung setinggi 1.703 meter dari pemukaan laut itu mengeluarkan asap dan abu yang cukup banyak. Tinggi letusan mencapai ± 4.000 meter dari kawah Gunung Egon. Sebaran abunya tampak condong ke arah Barat laut dan telah mencapai Kota Maumere yang berjarak ± 20 km dari Gunung Egon.
Tim Tanggap Darurat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka telah berada pada desa terdekat dari pusat letusan. Dilaporkan sekitar 600 jiwa dari Dusun Baokrenget, Desa Egon Gahar, Kecamatan Mapitara telah mengungsi ke tempat yang aman. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan status kegiatan Gunung Egon dinaikkan menjadi "SIAGA" (level III) sejak tanggal 15 April 2008 pukul 23.00 WIB.
Sehubungan dengan hal tersebut, disarankan masyarakat di sekitar Gunung Egon tetap tetang, tidak terpancing isu-isu, dan senantiasa mengikuti arahan dari Satlak PB Kab. Sikka dan Satkorlak PB Prov. NTT.
Desa Egon Gahar berjarak sekitar 1,8 Km dan berhadapan dengan bukaan Kawah Gunung Egon. Karena sistem Gunung Egon telah terbuka dan sering meletus, maka desa tersebut akan selalu beresiko terancam letusan Gunung Egon, sehingga penduduknya perlu direlokasi ke tempat yang lebih aman.
Letusan Gunung Egon menghasilkan abu vulkanik yang tersebar ke arah Barat - Baratlaut hingga Kota Maumere. Oleh karena itu penduduk yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker penutup hidung, mulut dan mata.
Karena ketinggian asap letusan Gunung Egon mencapai ± 4.000 meter, maka aktivitas bandara Waioti, Maumere, harus waspada terhadap keselamatan jalur penerbangan sekitar Gunung Egon. Sumber : Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
| Comments () >> |
 |
| Write comment |
This content has been locked. You can no longer post any comment. |
|