|
Hujan di Hulu Bengawan, Pemukiman di Solo Kembali Tergenang |
|
|
|
|
Wednesday, 18 February 2009 |
Solo - Hujan deras yang terjadi di daerah hulu Sungai Bengawan Solo menyebabkan puluhan rumah di sekitar aliran utama Bengawan Solo kembali disambangi air. Demikian juga puluhan rumah di daerah Sukoharjo. Air mulai menggenangi pemukiman sejak Selasa pagi seiring debit air yang terus meningkat dari daerah hulu
Di Kelurahan Pucangsawit, Solo, air mulai masuk ke pemukiman warga sekitar pukul 07.00 WIB, Rabu (18/2/2009). Warga yang rumahnya tergenang segera meninggalkan rumah mencari tempat-tempat yang lebih tinggi. Puluhan rumah yang berada di daerah bantaran telah tergenang antara 50 cm hingga 100 cm.
Selain di Pucangsawit, sejumlah rumah di Kelurahan Sewu dan Sangkrah juga tak luput dari kedatangan ‘tamu’ yang selalu datang di musim penghujan tersebut. Warga korban banjir di dua kelurahan tersebut juga mulai meninggalkan rumah untuk mengungsi.
Berbeda dengan banjir yang melanda Solo pada beberapa pekan lalu, banjir kali ini disebabkan hujan deras di Wonogiri, kawasan hulu bengawan, sejak Selasa malam hingga Rabu dinihari. Sedangkan banjir akhir Januari lalu terjadi karena intensitas hujan tinggi di daerah Boyolali dan Klaten, daerah yang menjadi asal beberapa anak sungai Bengawan Solo.
Sedangkan kondisi ketinggian air di pintu air Jurug pada pukul 11.00 WIB mencapai 840 cm. Kondisi itu relatif menurun dibandingkan pada pukul 10.00 WIB yang mencapai 843 cm. Ketinggian maksimal normal pada pintu air Jurug adalah 850 cm. Tingginya air selain disebabkan hujan di hulu juga diperparah hujan yang turun d Solo pada Selasa malam.
Di daerah Sukoharjo, air juga mulai memasuki perumahan warga. Nusupan, Joho serta di kawasan industri tekstil Sritex juga tak luput dari genangan air. Hingga Rabu siang, air masih menggenangi daerah tersebut. (mbr/djo) Muchus Budi R. - detikNews |