|
Ruas Riau-Sumbar Longsor, Kendaraan Antre 4 Kilometer Minggu, 23 Maret 2008 | 00:40 WIB BLORA, KOMPAS - Jalur Blora-Rembang di Dukuh Cakaran, Desa Ngampel, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terputus total, Jumat (21/3) pukul 20.00. Kendaraan tidak bisa melalui jalur itu hingga Sabtu siang karena hampir seluruh badan jalan ambles dan longsor.
Muri (36), warga Desa Ngampel, mengatakan, jalan ambles dan longsor karena talut jalan tergerus banjir Sungai Tempel. Sungai itu terletak sekitar tiga meter dari tepi jalan. Jumat siang, hujan deras mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Blora. Beberapa waktu kemudian, talut jalan tergerus dan jalan mulai retak. Sekitar pukul 17.00 bagian tengah jalan berlubang sedalam satu meter. ”Amblesan mulai melebar pukul 19.00. Sekitar pukul 20.00 jalan benar-benar tidak dapat dilalui kendaraan,” kata Muri. Sampai Sabtu siang, jalan dekat perbatasan Blora-Rembang itu telah ambles sepanjang 45 meter, lebar 15 meter, dan kedalaman 1 meter. Di bagian tengah badan jalan yang retak tampak gorong- gorong air. Pekerja Balai Teknis Bina Marga Wilayah Pati menguruk salah satu ruas jalan untuk membuat jalan darurat. Jalan itu kini sudah bisa dilalui sepeda motor, mobil, dan truk kecil. Kerusakan jalan mengakibatkan perjalanan angkutan umum bus antarkota dalam provinsi Blora-Rembang tidak optimal. Para sopir bus dari Blora maupun Rembang terpaksa mengoper para penumpang di kedua ujung jalan yang longsor. Menurut sopir bus PO Dewi Sri, Suyatno (28), ongkos Blora-Rembang yang seharusnya Rp 7.000 menjadi Rp 4.000 terhitung dari Blora ke Ngampel dan Rp 5.000 di ruas Ngampel-Rembang. Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Blora Ajun Komisaris Yudhi Priantono mengatakan jalur itu tertutup bagi kendaraan bermuatan berat dan bus besar. Mereka dialihkan melalui jalur Grobogan, Pati, Rembang. Tebing longsor Jalan lintas yang menghubungkan Provinsi Riau dan Sumatera Barat (Sumbar) putus pada Sabtu pukul 11.35. Badan jalan di Kilometer 170 di daerah Pangkalan, Kabupaten 50 Kota, Sumbar, tertutup tanah dari tebing yang longsor. Akibatnya, terjadi antrean kendaraan sepanjang 4 kilometer, baik dari arah Sumbar menuju Riau maupun arah sebaliknya. Belum ada laporan korban akibat kejadian itu. Hingga Sabtu sore, petugas masih sibuk menyingkirkan tanah dari badan jalan. Kepala Dinas Prasarana Jalan Provinsi Sumbar Dody Ruswandi mengatakan, tebing longsor karena bagian bawah tebing berlubang-lubang akibat batu bukit ditambang oleh masyarakat. Selain itu, curah hujan yang tinggi menyebabkan tanah jenuh dan longsor. ”Beberapa hari terakhir, hujan lebat terus mengguyur Sumbar. Tebing tidak kuat menahan aliran air sehingga longsor,” kata Dody. Dody menyatakan, tiga alat berat telah dikerahkan untuk menyingkirkan longsoran tanah. Kamis lalu, tanah longsor juga terjadi di jalur lintas Riau-Sumbar di Kilometer 207 Provinsi Riau. Arus lalu lintas sempat terhambat pada hari itu. Akan tetapi, saat ini jalur tersebut sudah bisa dilewati kendati baru satu arah. Dody mengatakan, jalur Sumbar-Riau rawan longsor karena jalan lintas tersebut dibatasi dengan tebing. Selain jalan lintas Sumbar-Riau, daerah lain yang rawan longsor adalah jalan Padang-Bukittinggi di sekitar Lembah Anai serta kelok 44 jalur menuju Danau Maninjau. Selama masa liburan ini, arus kendaraan yang melintasi jalan lintas tersebut sangat padat, terutama dari Riau menuju Bukittinggi. Jalur Sumbar-Riau tergolong padat dan termasuk salah satu jalur wisata. ”Kami menyiagakan alat-alat berat di daerah rawan longsor untuk segera mengatasi hambatan apabila terjadi longsor,” kata Dody. Dody mengingatkan pengemudi kendaraan agar berhati-hati melintasi jalur tersebut, terutama saat hujan karena potensi longsor masih ada. (HEN/ART)
| Comments () >> |
 |
| Write comment |
This content has been locked. You can no longer post any comment. |
|