JAKARTA, SELASA — Akibat hujan yang menguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Selasa (13/1) subuh, tinggi permukaan air di Pintu Air Manggarai hingga pukul 08.00 pagi ini telah mencapai 780 cm. Dengan demikian, status kewaspadaan telah mencapai siaga III.
Menurut petugas Pintu Air Manggarai, Dion, selain disebabkan oleh hujan lokal, meningginya pintu air disebabkan oleh air kiriman dari Pintu Air Katalampa, Bogor. "Kami sudah siap dengan segala kemungkinan," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (13/1). Penetapan tahap siaga di Pintu Air Manggarai antara lain ditentukan tingkat ketinggian air, yaitu Siaga IV (kurang dari 750 cm), Siaga III (750 cm - 850 cm), Siaga II (850 cm - 950 cm), dan Siaga I (lebih dari 950 cm). Lebih lanjut, Dion menngingatkan agar warga khususnya yang tinggal di bantaran kali di wilayah ibukota agar mewaspadai potensi banjir di tempat tinggal mereka. Pasalnya, kondisi cuaca di sejumlah daerah penyangga ibukota seperti Depok dan Bogor dalam keadaan hujan. Sementara itu, di Pintu Air Depok, hingga pukul 08.00 ini tinggi air masih dalam batas normal, yakni 120 cm (batas normal 200 cm). Hal yang sama terjadi di Pintu Air Katulampa. Menurut Ndin, petugas piket jaga, keadaan di sana masih normal dan ketinggian air mencapai 50 cm (batas normal 80 cm). Selain menyebabkan air di Pintu Air Manggarai meninggi, hujan di Jakarta telah menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang. Menurut Bripda David dari Traffic Management Center Polda Metro Jaya, ruas jalan yang tergenang, antara lain Cawang (15 cm), Kebon Nanas (15 cm-20 cm), Yos Sudarso (10 cm), Mampang (15cm-20cm), dan kolong Semanggi (10cm). "Akibatnya, jalan di sekitar Cawang dan Kebon Nanas sedikit mengalami kemacetan," ujar David. HIN |